PC IAI Kabupaten Banggai
Berita IAIIndeks
Pengurus Cabang IAI Banggai

BUKBERTEK: Puasa Bukan Alasan Apoteker Banggai Berhenti Beraktifitas

Sekali Dilaksanakan, Dua Tiga Kegiatan Terlampaui

Left
banner 468x60

LUWUK, APOTEKER BANGGAI – Sekali Merengkuh Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui begitu bunyi peribahasa yang pas untuk disematkan pada kegiatan PC IAI Kabupaten Banggai kali ini.

Kegiatan yang diberi nama BUKBER TEK (Buka Bersama sambil Bimtek) digagas Pengurus Cabang untuk mengupas dua materi yang menarik.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445H

Materi pertama, direncanakan diberikan langsung oleh Ketua PC IAI Kabupaten Banggai, apt. Indra Pratama, S.Farm mengangkat topik Praktek Apoteker di era UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023.

Tidak kalah menariknya untuk topik bimtek kedua, pengurus mengundang langsung untuk hadir Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Luwuk membawakan topik Kupas Tuntas Perpajakan Apotek.

“Pengurus sengaja memilih topik perpajakan apotek karena menyadari bahwa apotek sebagai entitas bisnis memiliki kewajiban membayar pajak,” ungkap apt. Indra Pratama, S.Farm

Apoteker Indra melanjutkan bahwa kepemilikan apotek bisa siapa saja, tidak harus apoteker. Apoteker sendiri sebagai profesi dapat bertindak sebagai pemilik sarana apotek atau sebagai pekerja.

KEWAJIBAN PAJAK APOTEKER DAN APOTEK
Sejawat apoteker harus mengetahui apa saja kewajiban pajak yang harus dipenuhi. Tiap tahunnya Sejawat punya  kewajiban membuat SPT Tahunan berdasarkan data penghasilan yang Sejawat terima (PPh 25/PPh 21).

Ketika Sejawat adalah seorang apoteker pemilik apotek, yang juga karyawan di sebuah perusahaan/rumah  sakit/apotek,  kedua sumber penghasilan tersebut akan menjadi dasar perhitungan pajak penghasilan (PPh 25).

Tapi, bila Sejawat hanya bekerja sebagai pegawai di satu perusahaan/rumah sakit/apotek, perhitungan pajak  penghasilan (PPh 21) didasarkan pada gaji yang diperoleh setiap bulan.

Bila Sejawat bekerja di Rumah Sakit dan memiliki apotek serta memiliki NPWP, apakah laporan SPT untuk penghasilan bisa digabung?

Berapa besar pajak yang harus dibayarkan jika apotek milik perseorangan (PSA) atau badan usaha?

ILUSTRASI KASUS PAJAK
Ica merupakan Apoteker yang bertindak sebagai apoteker pengelola apotek dan sekaligus sebagai pemilik sarana  apotek pada tahun 2023 memiliki omzet Rp2.660.500.000 dalam setahun. Hitunglah berapa PPh terutang yang  harus dibayar oleh Ica.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *